Rencana Strategis

Renstra Kecamatan Sewon 2011 - 2015 :

A. TUJUAN

  1. Tujuan penyusunan RENSTRA Kecamatan Sewon adalah merumuskan kebijakan dan program strategis yang menjamin pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Kecamatan Sewon yang efisien dan efektif berdasarkan pada prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik :
    1. Meningkatkan kualitas layanan dengan memastikan terciptanya proses pelayanan prima yang terjangkau masyarakat.
    2. Menciptakan tata pemerintahan yang baik.
    3. Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
    4. Meningkatkan penyelenggaraan pembangunan di desa-desa.
    5. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

B. SASARAN

    1. Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat
    2. Terciptanya pemerintahan yang baik
    3. Terciptanya ketertiban masyarakat
    4. Terciptanya pembangunan yang merata
    5. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat

C. STRATEGI

  1. Yang dimaksud dengan strategi adalah cara-cara yang dipakai oleh Kecamatan Sewon untuk mencapai tujuan dan sasaran.

D. KEBIJAKAN

    1. Peningkatan efisiensi dan efektifitas pelayanan kepada masyarakat
    2. Meningkatkan kualitas dan disiplin aparatur
    3. Meningkatkan koordinasi dengan dengan SKPD dan pemerintah desa
    4. Menjaga situasi agar kondusif
    5. Melaksanakan program-program yang langsung kemasyarakat

E. PROGRAM

    1. Program Pelayanan admnistrasi Perkantoran.
    2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
    3. Program Upaya Peningkatan kesehatan masyarakat
    4. Program pemanfaatan Ruang
    5. Program Perencanaan Pembangunan Daerah
    6. Program Penataan Administrasi Kependudukan
    7. Program Peningkatan Peran serta dan kesetaraan jender
    8. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM
    9. Program Pengelolaan Keragaman Budaya
    10. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan
    11. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah raga
    12. Program Peningkatan Keamanan dan kenyamanan lingkungan
    13. Program pengembangan wawasan kebangsaan
    14. Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan
    15. Program Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban da keamanan
    16. Program Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan
    17. Program Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan
    18. Program Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Kecamatan
    19. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Desa
    20. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah
    21. Program kerja sama Informasi dengan Media Massa
    22. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa

STRATEGI dan PRIORITAS PROGRAM A. STRATEGI PENCAPAIAN

Untuk mewujudkan visi dan misi yang menjadi acuan bagi pelaksanaan pembangunan, diperlukan strategi yang tepat agar semua pihak dapat berperan aktif sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, melalui :

  1. Keterpaduan langkah semua Dinas/Instansi tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa untuk menyamakan persepsi, dan kesamaan pandangan terhadap pelaksanaan program pembangunan.
  2. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.
  3. Penguatan peran pemerintah dan lembaga masyarakat.
  4. Penguatan potensi lokal, antara lain: potensi pertanian, budaya, pariwisata, sentra industri dan lain sebagainya.
  5. Kerjasama dengan pihak ketiga/yang terkait.

B. FAKTOR PENENTU PROGRAM PRIORITAS

Kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang harus mendapatkan perhatian dalam Renstra, adalah upaya penguatan keuangan dan potensi lokal, pemberdayaan, dan partisipasi. Pelaksanaan pembangunan harus mampu membuka peluang masyarakat untuk berinisiatif dan berperan serta aktif membangun dirinya sendiri. Keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini sudah dilaksanakan harus terus dilanjutkan, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan dasar, seperti pangan, kesehatan dan pendidikan. Atas dasar itulah pola pembangunan perlu senantiasa menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan swadayanya. Kemajuan pembangunan harus diimbangi dengan pelastarian budaya yang berkembang di masyarakat dan diharapkan mampu seiring sejalan dengan pengamalan agama yang dianut oleh masyarakat. Program di Kecamatan Sewon diarahkan pada pembangunan:

  1. Sumber Daya Manusia
    1. Program pembangunan pendidikan diupayakan melalui penyelenggaraan pendidikan formal dan informal, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya menambah penghasilan.
    2. Program pembangunan sumber daya manusia diintegrasikan dengan program pendidikan, ekonomi, kependudukan, ketenagakerjaan, dan pemenuhan kebutuhan sosial lainnya.
    3. Upaya untuk memfasilitasi siswa putus sekolah dan siswa yang tidak/belum sekolah.
  2. Penguatan Partisipasi
    1. Pembinaan disiplin perlu dimasyarakatkan, gerakan ini harus dipelopori oleh pemerintah dengan pendekatan partisipatif melalui budaya tertib, budaya bersih, dan budaya kerja.
    2. Perencanaan pembangunan disusun dari dan oleh masyarakat yang berkaitan langsung dengan kondisi lapangan. Perencanaan diharapkan mampu mendorong dan meningkatkan swadaya di tiap wilayah se-Kecamatan Sewon.
    3. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan, yang didasari oleh adanya perubahan perilaku pola sikap, dan pola tindak masyarakat.
  3. Orientasi Pembangunan
    1. Orientasi program pembangunan diarahkan pada pemusatan pembangunan di kawasan andalan tingkat Kecamatan yang diintegrasikan dengan tata ruang Kabupaten. Kawasan tersebut meliputi kawasan budaya, industri kecil/kerajinan, wisata budaya, wiasata alam dan wisata ritual.
    2. Pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan senantiasa diadakan perubahan dan pembaharuan manajemen berdasar pada visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah dirumuskan.
    3. Setiap kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan harus disesuaikan dengan kondisi dan tuntutan masyarakat dengan memperhatikan:
      • konsistensi dan komitmen semua jajaran dan pelaksanaannya;
      • kondisi lingkungan masyarakat, agama, dan budaya serta pelestarian lingkungan hidup.

C. PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN

Prioritas pembangunan dipilih dari sektor maupun program yang telah direncanakan, untuk itu perlu ditetapkan faktor penentu skala prioritas, antara lain:

  1.  

    1. Kegiatan yang secara nyata meningkatkan mutu sumber daya manusia.
    2. Kegiatan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan oleh masyarakat luas secara langsung
    3. Kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat.
    4. Kegiatan yang merupakan kebutuhan dan usulan dari masyarakat.
    5. Kegiatan yang merupakan sektor tumpuan hajat hidup sebagian besar masyarakat.
    6. Kegiatan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
    7. Kegiatan yang sebanyak mungkin dapat menyerap tenaga kerja setempat.
    8. Kegiatan yang selalu mempertimbangkan kondisi masyarakat seperti ekonomi, sosial budaya, pelestarian lingkungan hidup dan lain sebagainya.

. Berdasarkan beberapa faktor tersebut diatas, maka skala prioritas program pembangunan diarahkan pada :

Pangan yang merupakan kebutuhan primer manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program pembangunan. Ketahanan pangan selalu berkaitan dengan bidang pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, perikanan, peternakan, perkebunan, dan hortikultura). Dalam upaya untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat, maka harus memperhatikan potensi dan kemungkinan pengembangan sektor pertanian. Masalah pokok yang dihadapi di bidang pertanian adalah keterbatasan SDM dalam menyerap teknologi baru.guna mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengupayakan penyuluhan kepada petani melalui Mantri Tani dan PPL yang ada di kecamatan.

Pembangunan bidang kesejahteraan masyarakat bertujuan untuk mengurangi permasalahan sosial, peningkatan mutu pelayanan, serta kemudahan memperoleh pelayanan sosial dan fasilitas umum. Upaya mengurangi jumlah pengangguran ditempuh dengan berbagai upaya antara lain dengan pemberdayaan tenaga kerja ke industri kecil yang ada di wilayah Sewon. Pengurangan jumlah keluarga miskin dan pengatasan kemiskinan yang ada di wilayah Sewon sudah tercakup dalam program pemerintahj Kabupaten Bantul melalui BKKPP dan KB. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dengan harapan dapat tercipta kesejahteraan.

Bencana yang terjadi di Kecamatan Sewon dalam kurun waktu 2006-2010 adalah tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, banjir dan kekeringan. Kejadian kebakaran juga terjadi di hampir di seluruh wilayah derngan frekuensi yang berbeda-beda. Upaya penanggulangan bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa ataupun kerugian yang lebih besar dilakukan dengan penghijauan di kawasan rawan longsor, pembangunan talud, drainase, pembangunan prasarana air bersih, dan sebagainya.

  1. Bidang Pendidikan
  2. Perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut kita untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Guna mengantisipasi hal tersebut, maka pembangunan bidang pendidikan sangat penting artinya bagi masyarakat. Penanganan masalah pendidikan perlu dirumuskan dalam sebuah kebijakan yang terpadu dan terintegrasi dengan mendayagunakan seluruh potensi yang ada.
    Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan masih terdapat beberapa permasalahan sebagai berikut :
    1. Masih ada anak usia sekolah yang tidak sekolah.
    2. Terdapat kecenderungan sekolah mengalami kekurangan anak didik, sehingga terjadi inefiensi dalam mengelola pendidikan.
    3. Peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan belum maksimal.
    4. Adanya siswa yang kurang mampu/miskin.
    Guna mengatasi permasalahan tersebut, disetiap sekolah saat ini telah dibentuk Dewan Sekolah. Pembentukan Dewan Sekolah pada dasarnya merupakan upaya memberdayakan segenap potensi yang ada di masyarakat. Dengan dibentuknya Dewan Sekolah diharapkan pelaksanaan tugas untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah dapat dikontrol dan diawasi oleh masyarakat. Program peningkatan mutu pendidikan tersebut meliputi:
    1. Penuntasan wajib belajar Pendidikan Dasar 12 tahun.
    2. Kelompok Belajar (Kejar) Paket A, B, dan C.
    3. Monitoring ujian nasional.
    4. Pengembangan pendidikan di kecamatan.
    5. Pengembangan perpustakaan umum dan sekolah.
    6. Pengembangan seni dan budaya.
  3. Bidang Kesehatan
  4. Kecamatan Sewon memiliki 2 (tiga) Puskesmas. Dengan adanya 2 Puskesmas di Kecamatan Sewon diharapkan dapat mendukung usaha peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal-hal perlu dilakukan sebagai berikut:
    1. Peningkatan sistem manajemen Puskesmas.
    2. Peningkatan fasilitas Puskesmas
    3. Peningkatan kualitas SDM di Puskesmas.
    4. Program perbaikan gizi.
    5. Peningkatan ketahanan gizi anak.
    6. System Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).
    7. Mensosialisasikan Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyakarat.
  5. Bidang Pertanian
  6. Bidang Sarana Prasarana
  7. Permasalahan pembangunan sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Sewon dalam jangka pendek adalah :
    1. Kurangnya sarana dan prasarana perhubungan di 4 (empat) desa, terutama di wilayah yang terpencil.
    2. Masih minimnya saluran air dan trotoar jalan di Jalan Sewon dan ke arah Kantor Lurah Desa.
    3. Masih kurangnya lampu penerangan jalan.
  8. Bidang Industri Kecil dan Perdagangan
    1. Dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat, pemerintah diharapkan untuk mengembangkan industri kerajinan yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Geliat perdagangan dan industri kecil selain mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan usaha yang berpola kemitraan, juga ramah lingkungan. Permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin kecil di Kecamatan Sewon adalah kesempatan untuk menambah modal dan sarana/media untuk menampilkan produk usaha yang dihasilkan. Program pengembangan industri rumah tangga/industri kecil dan kerajinan adalah :

      • Peningkatan pertumbuhan industri kecil dan kerajinan.
      • Bantuan/ pinjaman modal.
      • Diversifikasi produk industri kecil dan kerajinan.
      • Mengoptimalkan lembaga penanaman modal daerah.
      • Penyediaan pusat jual beli hasil kerajinan masyarakat.
      • Pengingkatan pengolahan dan pemanfaatan limbah.
    2. Bidang Perdagangan
  9. Bidang Kebudayaan dan Pariwisata
  10. Pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata diarahkan untuk menjadikan sektor andalan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk mengenalkan obyek wisata yang ada di Kecamatan Sewon, ditempuh berbagai upaya antara lain:
    1. Pengembangan fisik obyek wisata
    2. Peningkatan sarana dan prasarana wisata.
    3. Peningkatan daya tarik dan informasi wisata.
    4. Promosi obyek wisata.
  11. Bidang Kesejahteraan Masyarakat
  12. Bidang Penanggulangan Bencana
  13. Pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana:
    1. Pada daerah-daerah sesar/wilayah rawan tinggi bencana gempa bumi tidak dibangun untuk permukiman dan fasilitas umum.
    2. Pada daerah-daerah sesar/wilayah rawan sedang, permukiman haruslah mempunyai struktur bangunan yang kuat, begitu pula sekolah, puskesmas, tempat ibadah dan lain-lain.
    3. Pada daerah-daerah sesar/rawan gempa, disiapkan sekolah siaga bencana, desa siaga bencana.

Puskesmas
di Kecamatan Sewon

Puskesmas Sewon I

Puskesmas Sewon I

Jl.Parangtritis km.7 Bangi, Timbulharjo, Sewon, Bantul
(0274) 445550

Puskesmas Sewon II

Puskesmas Sewon II

Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 445248

Komando Rayon Militer Sewon

Koramil / Komando Rayon Militer Sewon

Jl. Parangtritis km. 5 Sewon, Bantul

Kepolisian Sektor Sewon

Polsek / Kepolisian Sektor Sewon

Jl. Parangtritis km. 5,6 Sewon, Bantul
(0274) 376559

Kantor Urusan Agama Sewon

KUA / Kantor Urusan Agama Sewon

Jl. Parangtritis km. 5,6 Sewon, Bantul
(0274) 384018