Pelatihan 2P Forum Anak Sewon Berlangsung Interaktif, Dorong Anak Berani Peduli dan Memulai Perubahan

SEWON, BANTUL – Suasana berbeda terasa dalam kegiatan Pelatihan 2P (Pelopor dan Pelapor) Forum Anak Kapanewon Sewon yang dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Aula Syech Sewu Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Kegiatan berlangsung menarik, interaktif, dan penuh diskusi, dengan berbagai gagasan serta insight yang disampaikan langsung oleh adik-adik Forum Anak Sewon. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Bantul yang berkolaborasi dengan Forum Anak Sewon (Fonase)

Pelatihan ini menghadirkan tiga materi utama, yaitu Konvensi Hak Anak (KHA), Penguatan Forum Anak sebagai Pelopor, serta Penguatan Peran Forum Anak sebagai Pelapor. Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk paparan, tetapi juga dikemas melalui diskusi, permainan peran, studi kasus, dan pertanyaan yang mendorong peserta untuk berani menyampaikan pendapat. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Lalu Muhamad Surya Lesmana, SE selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Sewon. 

 

Belajar Hak Anak dengan Cara yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Materi Konvensi Hak Anak yang disampaikan oleh Raka Galih Sajiwo mengajak peserta memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang harus dihormati dan dipenuhi. Peserta dikenalkan dengan lima klaster Konvensi Hak Anak serta empat prinsip utama, yaitu non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup dan kelangsungan hidup, serta penghargaan terhadap pendapat anak.

Menariknya, pembahasan tidak berhenti pada pengertian dan teori. Peserta diajak mengidentifikasi berbagai contoh persoalan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan mendiskusikan apa yang dapat dilakukan ketika melihat adanya pelanggaran terhadap hak anak.

Diskusi tersebut membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup. Adik-adik Forum Anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut menyampaikan pandangan berdasarkan pengalaman dan kondisi yang mereka temui di lingkungan sekolah, keluarga maupun pertemanan.

 

Menjadi Pelopor Tidak Harus Menunggu Dewasa

Pada sesi Penguatan Forum Anak sebagai Pelopor yang disampaikan oleh Ain Yuka Yunanda, peserta diajak melihat bahwa seorang pelopor bukan harus orang yang memiliki jabatan, paling pintar, memiliki banyak uang, atau mampu membuat kegiatan besar.

Pelopor adalah mereka yang berani memulai perubahan positif.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan anak sehari-hari. Anak memiliki pengalaman dan sudut pandang sendiri mengenai persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, suara anak penting untuk didengar dan diberikan ruang.

Salah satu insight menarik dari materi ini adalah bahwa partisipasi anak bukan hanya datang dan duduk dalam sebuah rapat. Partisipasi dapat dimulai dari menyampaikan pendapat, mengusulkan gagasan, menginisiasi kegiatan, hingga ikut melakukan aksi nyata.

Dari sini muncul berbagai pemikiran dari adik-adik Forum Anak Sewon mengenai hal-hal sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan mereka, mulai dari mengedukasi teman tentang hak anak, membangun pertemanan yang sehat, mencegah bullying, hingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

 

Ketika Melihat Masalah, Jangan Hanya Diam

Sesi berikutnya mengenai Forum Anak sebagai Pelapor yang disampaikan oleh Rif'atunnisa', S.Sos. dari Yayasan Sayap Ibu Cabang DI Yogyakarta, memberikan pemahaman penting bahwa menjadi pelapor bukan berarti anak harus menyelesaikan masalah seorang diri.

Forum Anak dapat berperan sebagai suara anak, mata dan telinga lingkungan, penghubung kepada pihak yang dapat membantu, penyampai informasi dan edukasi, serta penggerak perubahan.

Peserta dikenalkan dengan alur sederhana ketika menemukan persoalan, yaitu melihat, peduli, memastikan keamanan, melapor, mendampingi sesuai kapasitas, dan melakukan tindak lanjut.

Berbagai contoh kasus seperti bullying, kekerasan, penelantaran, cyberbullying, pelecehan di dunia digital, penyebaran foto atau video pribadi tanpa izin, hingga perkawinan anak menjadi bahan diskusi yang membuat peserta semakin memahami pentingnya keberanian untuk bertindak secara tepat.

Dalam sesi ini peserta juga belajar bahwa ketika seorang teman bercerita mengenai masalah yang dialaminya, respons yang tepat bukanlah menginterogasi, menghakimi, atau menyebarkan cerita tersebut kepada orang lain. Prinsip yang dikenalkan adalah “Dengar – Tenang – Jaga – Hubungkan.”

 

Insight dari Anak untuk Anak

Salah satu hal yang membuat kegiatan ini menarik adalah banyaknya insight yang muncul dari adik-adik Forum Anak Sewon sendiri.

Melalui diskusi dan studi kasus, mereka diajak untuk tidak hanya menjawab “apa masalahnya?”, tetapi juga berpikir lebih jauh: “apa yang bisa saya lakukan?”

Cara berpikir tersebut menjadi bagian penting dari semangat 2P. Ketika melihat teman mengalami bullying, misalnya, seorang anak tidak harus menjadi “pahlawan” yang menghadapi pelaku secara langsung. Ia dapat menunjukkan kepedulian, memberikan dukungan kepada korban, mengajak teman lain untuk tidak ikut melakukan perundungan, dan menghubungkan persoalan tersebut kepada orang dewasa atau pihak yang tepat.

Demikian pula ketika menemukan persoalan di dunia digital. Anak perlu memahami pentingnya menjaga privasi, tidak menyebarkan konten pribadi, serta mencari bantuan ketika menemukan situasi yang mengancam keselamatan dirinya maupun teman.

Forum Anak juga didorong untuk melihat persoalan di sekitar mereka sebagai peluang untuk membuat perubahan. Salah satu contoh yang diberikan adalah ketika masih banyak teman yang belum memahami hak anak. Forum Anak dapat memulai aksi sederhana berupa edukasi melalui konten, diskusi kelas, kampanye, maupun permainan sehingga semakin banyak anak mengetahui haknya dan berani bersuara.

Dari Pelatihan Menjadi Gerakan

Pelatihan 2P bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengetahuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun keberanian, kepedulian, dan kemampuan anak untuk berpartisipasi.

Forum Anak Kapanewon Sewon diharapkan mampu membawa semangat tersebut ke lingkungan masing-masing. Perubahan dapat dimulai dari hal yang sederhana: berani menyampaikan pendapat, berani membantu teman, berani menolak bullying, berani menjaga privasi, berani mengingatkan ketika terjadi sesuatu yang salah, dan berani menghubungkan persoalan kepada pihak yang dapat memberikan bantuan.

Sebab, menjadi pelopor bukan berarti harus melakukan semuanya sendiri. Forum Anak cukup menjadi anak yang peduli, peka, berani berbicara, dan mengetahui kepada siapa harus menghubungkan sebuah persoalan.

Melalui kegiatan ini, Forum Anak Kapanewon Sewon menunjukkan bahwa suara anak bukan sekadar pelengkap dalam pembangunan. Anak memiliki pengalaman, gagasan, dan kepedulian yang dapat menjadi bagian dari solusi dari dinamika yang saat ini terjadi.

Ujar Lalu Muhamad Surya Lesmana, SE

Karena perubahan tidak harus menunggu dewasa.

Berani Melihat. Berani Peduli. Berani Memulai.