Sewon — Pemerintah Kapanewon Sewon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kapanewon Sewon Tahun 2026 pada Senin (27/4/2026) di Aula Syech Sewu Kapanewon Sewon. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari ketua kelompok tani, ketua Gapoktan, perwakilan BPP, serta unsur Kapanewon Sewon.
Rakor yang dimulai pukul 09.15 WIB tersebut dipimpin oleh Panewu Anom Sewon, Agus Winarno, S.Tr. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antar pelaku sektor pertanian, terutama dalam mendukung pembangunan yang melibatkan berbagai pihak. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Koordinator BPP Sewon, Trias Suhartati, S.STP, dalam paparannya menjelaskan berbagai program yang akan dikawal pada tahun 2026. Program tersebut meliputi pengawalan bantuan benih padi, jagung, dan kedelai, pengelolaan dan penginputan RDKK terkait pupuk bersubsidi, hingga pengawasan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, pembinaan sektor peternakan dan hortikultura serta pemanfaatan pekarangan juga menjadi fokus utama.
Dari sisi distribusi pupuk, perwakilan PT. Pupuk Indonesia Area Bantul menyampaikan bahwa stok pupuk bersubsidi di wilayah Sewon dalam kondisi aman. Hingga Maret 2026, serapan pupuk telah mencapai 27 persen, yang dinilai berada pada kategori cukup baik. Petani diimbau untuk segera melakukan penebusan pupuk guna mendukung kelancaran program swasembada pangan.

Sementara itu, Analis Data Kapanewon Sewon sekaligus PPL wilayah Panggungharjo, Nurbiantoro, S.ST, menyampaikan bahwa seluruh data RDKK telah diinput dan disahkan pada Desember 2025. Namun, masih ditemukan kendala berupa data petani yang tidak valid maupun petani yang telah meninggal dunia, sehingga diperlukan pembaruan dan verifikasi data oleh kelompok tani.
Dalam sesi diskusi, peserta juga menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait mekanisme penebusan pupuk bersubsidi. Beberapa pengecer masih mensyaratkan kehadiran langsung pemilik kartu tani, sehingga menyulitkan petani dalam kondisi tertentu. Menanggapi hal tersebut, PT. Pupuk Indonesia memberikan alternatif solusi berupa penebusan secara kolektif atau melalui anggota keluarga dengan bukti administrasi yang sah.

Selain itu, peserta diingatkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan alsintan dengan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Petani juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan iklim, mengingat prediksi kemarau panjang pada tahun 2026 yang berpotensi meningkatkan serangan hama dan penyakit tanaman.
Rakor berlangsung dengan lancar dan kondusif hingga pukul 12.30 WIB. Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antar pemangku kepentingan di sektor pertanian semakin kuat sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kapanewon Sewon.
